close

Jelaskan Perbedaan Antara Kritik Ekstern Dan Intern Dan Contohnya

Jelaskan Perbedaan Antara Kritik Ekstern Dan Intern

Jelaskan perbedaan antara kritik ekstern dan intern beserta dengan contohnya. Kita mulai dari penjelasannya terlebih dahulu dari keduanya.

Kritik ekstern dan intern adalah dua jenis kritik yang berbeda. Kritik ekstern berasal dari luar organisasi, sementara kritik intern berasal dari dalam organisasi.

Kritik ekstern dapat berasal dari pelanggan, pemerintah, media, atau industri lain. Ini dapat memberikan pandangan objektif tentang kinerja organisasi dan membantu dalam mengidentifikasi masalah yang mungkin tidak diketahui oleh anggota organisasi.

Namun, kritik ekstern juga dapat memberikan tekanan pada organisasi untuk mengubah tatanan atau prinsip yang dipegang teguh.

Kritik intern, di sisi lain, berasal dari anggota organisasi sendiri. Ini dapat memberikan pandangan yang lebih jelas tentang masalah yang dihadapi organisasi dan menyediakan solusi yang dapat diterima secara internal.

Namun, kritik internal juga dapat menimbulkan masalah politik dalam organisasi dan mungkin kurang obyektif dibandingkan kritik ekstern.

Secara umum, kritik ekstern dan intern memiliki kelemahan dan keunggulan masing-masing dan sangat bergantung pada konteks dalam mana kritik diterima. Organisasi harus mampu untuk menangani kedua jenis kritik dengan cara yang efektif untuk meningkatkan kinerja dan mencapai tujuan mereka.

Jelaskan Perbedaan Antara Kritik Ekstern Dan Intern

Untuk menangani kritik ekstern dan intern, organisasi harus membuat sistem yang dapat menerima, menganalisis, dan merespons kritik dengan cepat dan efektif.

Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah dengan menyediakan kanal komunikasi yang jelas dan mudah diakses bagi individu atau kelompok untuk memberikan kritik, menetapkan tim atau individu yang bertanggung jawab untuk menangani kritik, dan membuat mekanisme untuk mengukur efektivitas respons terhadap kritik.

Selain itu, organisasi juga harus membuat sistem untuk menganalisis dan mengukur kinerja secara teratur. Ini akan memungkinkan organisasi untuk mengenali masalah potensial sebelum menjadi masalah besar dan merespons dengan cepat.

Mengidentifikasi masalah yang dihadapi organisasi dan membuat perubahan yang diperlukan akan membantu meningkatkan kinerja dan mencapai tujuan.

Di samping itu, Organisasi juga perlu memberikan kesempatan kepada para anggotanya untuk mempelajari dari kritik, membuat perubahan yang diperlukan dan berkoordinasi antara unit untuk menghasilkan solusi yang baik, sehingga dapat meningkatkan kinerja organisasi secara keseluruhan.

Secara keseluruhan, kritik ekstern dan intern dapat memberikan manfaat bagi organisasi jika ditangani dengan cara yang tepat. Organisasi harus mampu untuk menerima kritik dengan sikap terbuka dan menganggapnya sebagai peluang untuk meningkatkan kinerja. Dengan demikian, kritik ekstern dan intern dapat membantu dalam mencapai tujuan jangka panjang organisasi.

Contoh Kritik Intern

Kritik intern adalah kritik yang datang dari anggota organisasi sendiri, seperti karyawan, manajer, atau direktur. Berikut ini beberapa contoh kritik intern:

  • Karyawan mengeluh tentang kurangnya komunikasi yang efektif antara manajer dan staf.
  • Seorang manajer menyatakan bahwa sistem penilaian kinerja karyawan kurang adil dan membutuhkan perubahan.
  • Direktur mengkritik proses pengambilan keputusan yang tidak transparan dan tidak melibatkan seluruh anggota tim.
  • Karyawan mengeluhkan kurangnya fasilitas kerja yang memadai seperti komputer yang terlalu lamban, ruang kerja yang tidak nyaman.
  • Seorang manajer mengeluhkan tentang kurangnya dukungan finansial untuk proyek yang dikepalainya
  • Karyawan mengeluhkan tidak adanya peluang untuk karir yang jelas di dalam organisasi

Kritik-kritik ini datang dari anggota organisasi sendiri dan memberikan pandangan yang lebih jelas tentang masalah yang dihadapi organisasi dalam konteks internal.

Organisasi harus mampu untuk menangani kritik internal dengan cara yang efektif untuk meningkatkan kinerja dan mencapai tujuan mereka.

Contoh Kritik Ekstern

Kritik ekstern adalah kritik yang datang dari luar organisasi, seperti pelanggan, pemerintah, media, atau industri lain. Berikut ini beberapa contoh kritik ekstern:

  • Pelanggan mengeluh tentang kualitas produk atau layanan yang diterima dari organisasi.
  • Media melaporkan tentang masalah lingkungan yang diakibatkan oleh operasi organisasi.
  • Pemerintah mengeluh tentang kurangnya keterbukaan organisasi dalam melaporkan data finansial.
  • Persaingan industri mengkritik praktik bisnis yang tidak etis dari organisasi
  • Pelanggan melaporkan tentang kesulitan dalam melakukan komunikasi dengan customer service dari organisasi.
  • Lembaga pemeringkat kinerja bisnis mengkritik kinerja keuangan yang buruk dari organisasi

Kritik-kritik ini datang dari luar organisasi dan memberikan pandangan yang lebih objektif tentang kinerja organisasi dalam konteks eksternal. Organisasi harus mampu untuk menangani kritik ekstern dengan cara yang efektif untuk meningkatkan kinerja dan mencapai tujuan mereka.

Namun harus diingat juga bahwa kritik eksternal juga bisa memberikan tekanan kepada organisasi untuk mengubah tatanan atau prinsip yang dipegang teguh.

Kritik Ekstern Bertujuan Untuk ?

Kritik ekstern bertujuan untuk memberikan pandangan objektif tentang kinerja organisasi dan mengidentifikasi masalah yang mungkin tidak diketahui oleh anggota organisasi. Kritik ekstern dapat menyediakan umpan balik yang berguna tentang produk, layanan, atau praktik bisnis dari organisasi dan memberikan wawasan tentang cara meningkatkan kinerja dan mencapai tujuan.

Kritik ekstern juga dapat digunakan sebagai alat untuk mengukur reputasi dan citra perusahaan, serta untuk mengevaluasi efektivitas komunikasi dan pemasaran. Kritik ekstern dapat memberikan tekanan pada organisasi untuk mengubah tatanan atau prinsip yang dipegang teguh.

Selain itu, kritik ekstern juga dapat digunakan sebagai alat untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas organisasi. Organisasi yang terbuka dan responsif terhadap kritik eksternal dapat meningkatkan kepercayaan dan loyalitas pelanggan, serta memperkuat hubungan dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.

Secara umum, kritik ekstern memiliki peran yang penting dalam membantu organisasi untuk meningkatkan kinerja dan mencapai tujuan jangka panjangnya.

Baca Juga >>> Perbedaan Bioteknologi Modern Dengan Bioteknologi Konvensional Adalah Pada <<<
>>> Jelaskan Perbedaan Entrepreneur Dan Entrepreneurship <<<

One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *