close

Jelaskan Perbedaan Antara Peristiwa Menyublim Dan Mengkristal

jelaskan perbedaan antara peristiwa menyublim dan mengkristal

Jelaskan perbedaan antara peristiwa menyublim dan mengkristal beserta dengan contohnya. Peristiwa menyublim dan mengkristal adalah dua proses yang berbeda yang terjadi pada substansi kimia saat berubah dari satu fase ke fase lain.

Peristiwa menyublim adalah proses di mana substansi berubah dari bentuk cair atau padat ke bentuk gas tanpa melewati fase cair. Contoh yang paling umum dari peristiwa menyublim adalah es yang meleleh menjadi uap air. Dalam proses ini, molekul-molekul substansi yang menyublim melepaskan energi panas dan menguap tanpa melewati fase cair.

Sedangkan peristiwa mengkristal adalah proses di mana substansi berubah dari bentuk cair atau gas ke bentuk padat melalui proses pembentukan kristal. Contoh yang paling umum dari peristiwa mengkristal adalah garam dapur yang larut dalam air kemudian mengendap dan membentuk kristal garam. Dalam proses ini, molekul-molekul substansi yang mengkristal menyerap energi dingin dan mengendap untuk membentuk struktur kristal yang teratur.

Secara umum, peristiwa menyublim dan mengkristal sangat berbeda dalam hal energi yang dibutuhkan. Peristiwa menyublim memerlukan energi panas untuk melepaskan molekul-molekul dari fase cair atau padat dan mengubahnya menjadi gas, sementara peristiwa mengkristal memerlukan energi dingin untuk menarik molekul-molekul ke dalam struktur kristal yang teratur.

Perbedaan lain antara peristiwa menyublim dan mengkristal adalah kondisi yang diperlukan untuk terjadinya kedua proses tersebut. Peristiwa menyublim dapat terjadi pada suhu dan tekanan apa pun, sementara peristiwa mengkristal hanya dapat terjadi pada kondisi yang sesuai dengan kristalisasi substansi tersebut, seperti suhu dan kelarutan tertentu.

Kedua proses ini sangat penting dalam ilmu kimia dan digunakan dalam berbagai aplikasi industri, seperti proses produksi garam, es, dan bahan kimia lainnya.

Contoh Peristiwa Menyublim

Contoh peristiwa menyublim yang paling umum adalah es yang meleleh menjadi uap air. Ini terjadi karena molekul-molekul air melepaskan energi panas ketika berubah dari fase padat ke fase gas. Peristiwa menyublim ini dapat terjadi pada suhu dan tekanan apa pun, tetapi biasanya terjadi pada suhu yang lebih rendah dari 100 derajat Celsius (212 derajat Fahrenheit) dan tekanan atmosfer.

Beberapa contoh lain dari peristiwa menyublim yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari adalah:

  • Camphor, yang digunakan dalam obat-obatan dan produk perawatan kulit, menyublim pada suhu kamar dan mengeluarkan aroma khas.
  • Ammonia (NH3), yang digunakan sebagai bahan bakar dan pengencer dalam industri, menyublim pada suhu rendah dan tekanan atmosfer.
  • Tembakau, yang digunakan dalam rokok, menyublim saat dibakar dan menghasilkan asap yang dihirup oleh perokok.

Peristiwa menyublim juga digunakan dalam berbagai aplikasi industri, seperti proses produksi garam, es, dan bahan kimia lainnya. Dalam proses industri, substansi yang akan menyublim diheated pada suhu yang cukup tinggi dan dibawa ke dalam torak vakum sehingga molekul-molekul yang menyublim melepaskan energi panas dan menguap tanpa melewati fase cair.

Contoh Peristiwa Mengkristal

Contoh peristiwa mengkristal yang paling umum adalah garam dapur yang larut dalam air kemudian mengendap dan membentuk kristal garam. Ini terjadi karena molekul-molekul garam menyerap energi dingin ketika berubah dari fase cair ke fase padat. Peristiwa mengkristal ini hanya dapat terjadi pada kondisi yang sesuai dengan kristalisasi garam, seperti suhu dan kelarutan tertentu.

Beberapa contoh lain dari peristiwa mengkristal yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari adalah:

  • Gula pasir, yang digunakan sebagai pemanis dalam makanan dan minuman, mengkristal saat ditambahkan ke dalam air panas dan didinginkan ke suhu kamar.
  • Kalsium karbonat, yang ditemukan dalam batu kapur dan juga digunakan dalam produk perawatan gigi, mengkristal saat terkena air dan dibentuk sebagai kerak pada permukaan batu.
  • Tanah liat, yang digunakan dalam keramik dan konstruksi, mengkristal saat terkena air dan dibentuk sebagai lempung atau tanah liat keras.

Peristiwa mengkristal juga digunakan dalam berbagai aplikasi industri, seperti produksi garam, es, dan bahan kimia lainnya. Dalam proses industri, substansi yang akan mengkristal di pendinginan pada suhu yang cukup rendah sehingga molekul-molekul yang mengkristal menyerap energi dingin dan mengendap untuk membentuk struktur kristal yang teratur.

Apa Saja Yang Menyebabkan Terjadinya Peristiwa Mengembun Menyublim Dan Mengkristal

Terjadinya peristiwa mengembun menyublim dan mengkristal ditentukan oleh beberapa faktor, di antaranya:

  • Suhu: Peristiwa menyublim terjadi pada suhu yang cukup tinggi, di mana molekul-molekul substansi dapat melepaskan energi panas dan menguap tanpa melewati fase cair. Sedangkan peristiwa mengkristal terjadi pada suhu yang cukup rendah, di mana molekul-molekul substansi dapat menyerap energi dingin dan mengendap untuk membentuk struktur kristal yang teratur.
  • Tekanan: Peristiwa menyublim dapat terjadi pada tekanan apa pun, tetapi peristiwa mengkristal dapat dipengaruhi oleh tekanan. Pada tekanan yang lebih rendah, molekul-molekul substansi akan lebih mudah mengendap karena interaksi antar molekul lebih lemah.
  • Kelarutan: Peristiwa mengkristal juga dipengaruhi oleh kelarutan substansi. Semakin tinggi kelarutan substansi, semakin sulit proses kristalisasi terjadi.
  • Konsentrasi: Konsentrasi substansi dalam fase cair atau gas juga mempengaruhi peristiwa mengkristal. Semakin tinggi konsentrasi substansi, semakin cepat proses kristalisasi terjadi.
  • Impurities : impurities dalam substansi juga dapat mempengaruhi proses mengembun menyublim dan mengkristal. Impurities dapat menghambat atau mempercepat proses tersebut, tergantung pada jenis dan jumlah impurities yang ada.
  • Kecepatan pendinginan/pemanasan : Kecepatan pendinginan atau pemanasan juga dapat mempengaruhi proses mengembun menyublim dan mengkristal, karena kecepatan yang lebih cepat akan membuat molekul-molekul substansi bergerak lebih cepat dan lebih mudah mengalami perubahan fase.

Baca Juga >>> Perbedaan Antara Konsep Sinkronis Dengan Diakronik Terletak Pada <<<
>>> Jelaskan Perbedaan Sistem Parlementer Dengan Sistem Semi Parlementer <<<

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *